Firman Allah:
Katakanlah: Hanya kerana merasakan kurnia rahmat Allahla kamu boleh bergembira, dan itulah yang lebih baik (berguna) bagi mereka daripada apa yang dapat mereka kumpulkan sendiri.
(Yunus: 58).
Sedang bersandar pada amal usaha itu bererti lupa pada kurnia rahmat Allah yang memberi taufiq, hidayat kepadanya yang akhirnya pasti ia ujub, sombong, merasa sempurna diri, sebagaimana yang telah terjadi pada iblis ketika diperintah bersujud kepada Adam, ia berkata:
"Aku lebih baik dari dia (Adam),"
juga telah terjadi pada Qaarun ia berkata:
"Sesungguhnya aku mendapat kekayaan ini kerana ilmuku semata-mata"
(Al-Qashash 78)
Apabila kita dilarang menyekutukan Allah dengan berhala, batu, kayu, pohon, binatang dan manusia, maka janganlah menyekutukan Allah dengan kekuatan diri sendiri, seolah-olah merasa sudah cukup kuat dan dapat berdiri sendiri tanpa pertolongan Allah, tanpa rahmat taufiq hidayat dan kurnia Allah.
Sedangkan kita harus bertauladan pada Nabi Sulaiman as, ketika ia menerima nikmat kurnia Allah, ketuka mendapat istana raja Balqis.
Firman Allah:
"Ini semata-mata dari kurnia Tuhanku, untuk menguji padaku, apakah bersyukur (terima kasih) atau kufur (lupa pada Allah). Maka siapa yang bersyukur, maka syukur itu untuk dirinya. Dan siapa yang kufur, maka Tuhanku zat yang terkaya lagi pemurah (tidak berhajat sedikitpun dari makhluknya, bahkan makhluk yang berhajat kepada-Nya)" (An-Naml: 40).
Tiada ulasan:
Catat Ulasan